Sabtu, 01 Oktober 2011

SISTEM URINARIA
Merupakan sistem tempat terjadinya proses penyaringan darah shg darah terbebas dari zat2 yg tdk diperlukan lagi oleh tubuh dan menyerap kembali zat2 yg masih diperlukan oleh tubuh.
Zat2 yg tdk diperlukan oleh tubuh, terlarut dlm air dan dikeluarkan dari tubuh berupa air kemih (urine)
GINJAL
Organ berbentuk seperti biji kacang
Ada dua buah, ginjal kiri dan ginjal kanan
Ginjal kiri lebih besar dari ginjal kanan
Ginjal laki2 lebih panjang dari ginjal wanita
Terletak di bagian belakang cavum abdominalis, di belakang peritoneum, di sisi vertebra lumbalis III


Fungsi Ginjal
Mengeluarkan zat2 toksik/racun
Menjaga keseimbangan cairan tubuh
Mempertahankan ph cairan (asam-basa)
Mempertahankan keseimbangan garam2 dan zat2 lain
Mengeluarkan sisa2 metabolisme (hasil akhir dr protein = ureum, kreatinin, amoniak)
Uji Fungsi Ginjal
Uji protein (albumin)
Uji konsentrasi ureum
Uji konsentrasi zat2 lain
Struktur Ginjal
Terbungkus oleh kapsula renalis
Terdiri dari :
1. jaringan fibrous (berwarna ungu)
Substantia cortekalis
Substantia medullaris
2. pelvis
Ada 1 juta nefron yg menyaring darah 170 L/24 jam
Peredaran Darah Ginjal
Dari aorta abdominalis -> bercabang jd arteri renalis -> becabang jd a. interlobaris -> mjd a. arkuata sedangkan di tepi bercabang jd glomerulus
Glomerulus dikelilingi simpai Bowman -> vena renalis -> v. kava inferior
Persyarafan Ginjal
Oleh flexus renalis yg berjalan bersamaan dg pembuluh darah yg masuk
Di atas ginjal terdapat kelenjar suprarenalis yg menghasilkan hormon adrenalin dan kortison
Fisiologis Ginjal
Mengatur volume cairan tubuh
Mengatur keseimbangan osmotik dan elektrolit
Mengatur keseimbangan asam-basa cairan tubuh
Mengeksresi sisa hasil metabolisme
Fungsi hormonal dan metabolisme
Filtrasi Glomerulus
Tekanan osmotik
Tekanan hidrostatik
Perbedaan tekanan osmotik plasme

Proses Pembentukan Urine
Proses filtrasi (di glomerulus)
Proses reabsorbsi (di tubulus)
Proses eksresi (di tubulus)
URETER
Merupakan saluran yg keluar dari ginjal
Saluran ini menuju ke vesica urinaria
Panjangnya 25-30 cm
Diameternya 0,5 cm
Terdiri dari 3 lapis :
1. Dinding luar (jaringan fibrous)
2. Lapisan tengah (bag. Otot polos)
3. Lapisan dalam (mukosa)
Ureter bagian atas berada dlm rongga abdomen (pars abdominalis ureter)
- Bagian kanan, terletak pd pars desendens doudenum
- Bagian kiri, disilang oleh vasa koplika sinistra dan berjalan di belakang kolon sigmoid dan mesentrium
Ureter bagian bawah berada dlm rongga pelvis (pars pelvis ureter)
- Pd pria, terletak dlm visura seminalis
- Pd wanita, terletak dibelakang fossa ovarika
Bagian ureter yg menyempit
- Pada sambungan pelvis renalis – ureter. Diameter 2 mm
- Pada bagian yg bersilangan dg vasa iliaka. Diameter 4 mm
- Pada saat memasuki vesica urinaria. Diameter 1-5 mm
Mudah terjadi penyumbatan
Perdarahan Ureter
Arteri renalis
Arteri spermatica interna (pd pria)
Arteri hipogastrica
Arteri vesicalis inferior
Persyarafan Ureter
Merupakan cabang dari :
Flexus mesentrikus inferior,
Flexus spermaticus (pd pria),
Flexus pelvis,
1/3 n. vagus
VESICA URINARIA
Atau kandung kemih
Berbentuk spt kerucut yg dpt mengembang-mengempis spt balon krn otot2 polos yg elastis (m. detrusor vesicae)
Dinding terdiri dari:
1. Lapisan luar (peritoneum)
2. Lapisan otot (tunika muscularis)
3. Tunika submukosa
4. Lapisan dalam (mukosa)
Berhubungan dg ligamentum vesika umbilikalis medius
Bagian vesica urinaria :
- Fundus, bagian yg menghadap ke arah belakang-bawah. Pada pria terpisah dari rectum oleh spatium rectovesicale (jar. Ikat ductus deferens, vesica seminalis dan prostat)
- Korpus, bagian antara fundus dan vertex
- Vertex, bagian yg menonjol ke depan yg berhubungan dg ligamentum vesika umbilikalis medius
Peredaran darah
- berasal dr a. vesicalis superior dan inferior yg merupakan cabang dr a. iliaka interna
- venanya membentuk plexus venousus vesicalis (yg pd pria berhubungan dg plexus prostatikus) lalu menuju ke v. iliaca interna
Persyarafan berasal dr flexus hipogastica inferior
URETHRA
Merupakan saluran yg keluar dari vesica urinaria yg berfungsi menyalurkan air kemih ke luar tubuh
Urethra Pria
Salurannya berkelok
Panjangnya 17,5-20 cm
Terbagi 3 bagian :
1. Pars prostatica, merupakan saluran terlebar, p = 3 cm, berjalan vertikulum melalui gld. prostat
2. Pars membranosa, merupakan saluran terpendek dan paling dangkal, menembus diafragma urogenitalis, p = 2,5 cm
3. Pars cavernosa, merupakan saluran terpanjang, berada dlm korpus kavernosus urethra, p = 15 cm, pada bagian depan yg berada dlm gland penis akan membentuk fossa navikularis urethra
Urethra Wanita
Terletak dibelakang simfisis pubis berjalan miring ke atas
Panjangnya 3-4 cm
Muara urethra (antara klitoris dan vagina)
Terdiri dari :
Lapisan luar ; tunika muskularis
Lapisan spongiosa
Lapisan mukosa

Berkemih = miksi
Jumlah air kemih 250 cc sdh cukup merangsang stress reseptor dinding vesica urinaria -> refleks kontraksi -> relaksasi sfingter internus -> relaksasi sfingter eksternus -> proses miksi
Kontrol volunter pd sfingter eksternus :
Berkontraksi => mencegah/menghentikan miksi
Terganggunya sistem persyarafan mengakibatkan
- Inkontinensia urine : kemih keluar tanpa disadari
- Retensio urine : kemih tertahan
Sifat fisis dan komposisi urine
Jumlah 1500/24 jam, tgt intake cairan, dll
Warna bening – kuning muda, bila dibiarkan jd keruh, tgt kepekatan, jenis makanan, obat2an, dll
Berbau khas, dibiarkan spt bau amoniak
Berat jenis 1,015-1,020
Reaksi asam, makin lama makin alkalis






















AKU MENANGIS BERSAMA RUMPUT

Renungan : AKU MENANGIS BERSAMA RUMPUT

Elangrawa 712 Bandung, Indonesia
Renungan : AKU MENANGIS BERSAMA RUMPUT

AKU MENANGIS BERSAMA RUMPUT

Aku menangis bersama rumput
Kelahiranku ditandai butiran embun
Serta gerimis yang memandikanku
Kemudian angin yang mengasuhku di balik gunung

Bersama itik aku menghitung hari – hari
Bersama batu menghayati dingin dan kediaman
Langkahku melata merindukan cakrawala
Menyeru langit yang biru
Aku minum dari getah waktu
Mendung menimbunku agar bermimpi
Udara mengajariku membaca
Aku paham buku musim dan cuaca
Bahasaku sungai yang mengalir ke muara
Bersama lumut aku semadi
Bersama riak air menari – nari
Sujudku matahari yang tersungkur
Kekhusyukanku bulan yang membumbung
Menggapai puncak diri
Acep Zamzam Noor
1987

foto by sugi qytnk

PENTINGNYA LATIHAN FISIK SEBELUM PENDAKIAN GUNUNG

Tips & Trik : PENTINGNYA LATIHAN FISIK SEBELUM PENDAKIAN GUNUNG

Elangrawa 712 Bandung, Indonesia
Tips & Trik : PENTINGNYA LATIHAN FISIK SEBELUM PENDAKIAN GUNUNG
Dalam setiap pendakian ada beberapa pengetahuan yang harus dimiliki oleh pendaki seperti penggunaan kompas, teknik pendakian, perlengkapan, perbekalan. Namun kesemuanya itu tidak akan ada artinya jika ditunjang oleh kemampuan fisik yang baik. Pada prinsipnya untuk mendaki gunung dibutuhkan kekuatan dan daya tahan otot tertentu, serta memiliki kapasitas VO2 Max yang baik. Hal ini perlu sekali untuk mengatasi tipisnya oksigen di daerah ketinggian, serta mengatasi beratnya beban yang dibawa (ransel).

Bagi seorang pendaki gunung, memiliki VO2 Max yang baik adalah perlu sekali, diatas 5.000 feet, kemampuan seseorang untuk melakukan kegiatan atau pekerjaan mulai terganggu. Sedangkan setiap kenaikan 1.000 feet setelah 5.000 feet akan menyebabkan berkurangnya kapasitas VO2 Max sebanyak 3%. Dan hal ini perlu diperhatikan oleh pendaki gunung, karena semakin tipisnya oksigen di udara akan menyebabkan HIPOKSIA, sehingga pendaki akan terkena MOUNTAIN SICKNESS dengan salah satu ciri-cirinya adalah pusing-pusing dan muntah.

Untuk pendakian diatas 4.000 mdpl, dianjurkan untuk melakukan aklimatisasi terlebih dahulu. Karena dengan aklimatisasi diharapkan terjadi perubahan FAAL didalam tubuh yang meliputi perubahan dingin perubahan penyesuaian.
1. Perubahan dini
Meliputi kenaikan ventilasi pernafasan, kenaikan denyut jantung, kenaikan kadar basa dalam darah, peningkatan HAEMOGLOBIN.
2. Perubahan penyesuaian
Meliputi penghematan, perubahan sekresi hormone, penambahan MITOKONDRIA dan penambahan enzim yang meningkatkan pernafasan.
Lamanya aklimatisasi ini tergantung pada tingginya gunung, yang tinggi dibutuhkan kapasitas V02 Max yang tinggi disamping juga kekuatan dan daya tahan otot tertentu yang baik.
Prinsip Latihan
Latihan atau training adalah suatu proses yang berlangsung secara sistematis, dilakukan secara berulang-ulang dengan kian bertambah jumlah beban latihannya (OVERLOAD TRAINING) sedangkan bentuk latihan bagi seorang pendaki gunung harus spesifik dan khusus. Pada dasarnya, energi yang akan digunakan dalam setiap kegiatan manusia berasal dari sistem aerobic dan anaerobic. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, perlu memperhatikan beberapa aspek penting, antara lain :
1. SPESIFIK
Bentuk latihan yang akan digunakan oleh pendaki gunung harus meningkatkan V02 Max, kekuatan serta daya tahan tubuh/ otot tertentu.
2. OVERLOAD PRINCIPLE
Penambahan beban pada latihan ini sangat penting sekali karena penambahan latihan yang konstan tidak akan mencapai tujuan latihan. Latihan harus dimulai dari tingkat dasar, kemudian ditingkatkan sedikit-sedikit hingga mencapai hasil yang maksimum. Jangan sekali-kali berlatih hingga melebihi kemampuan, karena ini akan mengakibatkan seseorang mengalami OVER TRAINING.
3. HARI LIBUR LATIHAN
Penyusunan jadwal latihan harus diselingi dengan hari libur dari segala kegiatan fisik, yaitu minimal 1 hari didalam satu minggu, untuk pulih asal.
4. KEMBALI MENURUN
Hasil latihan akan kembali turun ke keadaan semula apabila tidak berlatih. Oleh karena itu berlatihlah terus agar kondisi fisik yang sudah terbentuk tidak menurun kembali

Persiapan latihan
Didalam mempersiapkan suatu bentuk latihan, diperlukan kerjasama yang matang dengan berbagai macam pihak, serta perencanaan matang dengan pelaksanaan latihan yang intensif dan progresif. Faktor yang perlu diperhatikan di dalam persiapan latihan adalah : informasi atau data pendaki, tujuan pendakian, tujuan latihan, bentuk latihan yang akan digunakan, evaluasi hasil latihan. Faktor-faktor tersebut merupakan suatu siklus daur ulang hingga mencapai hasil yang maksimal.

Informasi atau data pendaki
Sebelum latihan diberikan, maka diperlukan informasi yang lengkap terlebih dahulu terhadap pendaki yang hendak melakukan pendakian yang berskala besar dan lama. Dengan adanya data informasi tersebut diharapkan akan diketahui kondisi kesehatan, usia, jenis kelamin dan lain sebagainya.

Tujuan pendakian
Perlu diketahui tujuan gunung yang akan didaki baik ketinggian gunung. Keadaan alamnya ataupun lainnya yang dapat berkaitan dengan rencana ke gunung tersebut. Hal ini akan menentukan bentuk-bentuk latihan fisik serta berapa lama latihan tersebut akan berlangsung.
Tujuan latihan
Tujuan latihan ini ditentukan berdasarkan data pendaki dan ketinggian gunung yang akan didaki. Tujuan ini harus dibuat bertingkat, yaitu dari tipe umum (general endurance) sampai ketingkat khusus, yaitu latihan otot tertentu, agar latihan mencapai hasil yang maksimal.

Bentuk latihan
Latihan yang dipergunakan berdasarkan kebutuhan dengan berpedoman informasi pendaki, tujuan pendakian, serta tujuan latihan.

Pengukuran sebelum dan sesudah latihan
Pengukuran ini berguna untuk :
1. Mengetahui kondisi fisik pendaki sebelum memulai latihan
2. Penempatan pada kelompok yang sama
3. Menentukan beban awal latihan untuk weight training atau kecepatan lari (pace) untuk latihan interval
Sedangkan pengukuran sesudah latihan berguna untuk mengetahui apakah ada peningkatan sesudah latihan.
Dengan membandingkan hasil pengukuran sebelum dan sesudah, dapat dilihat apakah ada peningkatan pada kondisi fisik pendaki. Sehingga dari hasil ini dapat diambil keputusan boleh tidaknya pendaki tersebut melakukan pendakian yang sudah direncanakan

@bulletin wanadri
foto – foto :@ Sugi Qtynk
www.thehikingcenter.com

Puisi Untuk Papah Tercinta


dulu………
kita bercerita
besama dendangan rumput yang tengah bersuka ria
juga siulan burung pipit diantara sudut pematang durja
kita berlomba mengucap harapan
bersuka cita
bergaduh-gaduh sendiri
untuk mencoba memebahagiakan diri
kita berlari diantara detik-detik waktu
sambil memikul derita dan kecambuk sekutu
juga mengangkang kita dalam lelah dan ragu
kini…………………..
kau pergi dan tak mungkin kembali
hanya tinggalkan kisah dan tetesan air mata yang menghujam diri
siapa tak kuasa,,,,,, ditinggalkan mu dengan rasa tak tega
jika dibayangkan kau berbaring dengan bisu
mencoba harapkan cahaya yang benderang
tertutup nisan yang kian rapuh teradu hari
bila terus terbayang engkaupun bisa hilang terendam dalam tanah
tinggalkan belulang dan kain kisah derita……………
Papa……….